Biarkan Dia dengan Pemikirannya

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, tapi terkadang manusia butuh waktu untuk menyendiri. Waktu menyendiri untuk manusia bervariasi, satu jam? satu hari? satu minggu? bebas, tidak ada yang melarang. Namun terkadang dalam menjalaninya manusia selalu diperhatikan oleh manusia lain, diperhatikan dalam arti luas.

Perhatian manusia pada manusia lainnya jelas memiliki maksud dan tujuan, tidak ada manusia yang benar-benar ikhlas memperhatikan manusia lainnya kecuali kedua orang tua manusia itu sendiri. Meski begitu terkadang perhatian manusia yang ditujukan pada manusia lain bisa menjadi suatu masalah karena perbedaan pandangan. Oleh karena itu muncul lah kata menghargai.

Kata menghargai menunjukan batasan-batasan yang dimiliki oleh manusia terhadap manusia lainnya, tidak bisa mencampuri persoalan masing-masing individu dan membiarkan manusia lain memilih jalannya sendiri. Sering sekali manusia tidak bisa mengontrol batasan-batasan itu sehingga cenderung memaksakan kehendaknya pada manusia lain.

Apa yang menyebabkan seorang manusia memaksakan kehendaknya pada manusia lain? sedangkan dia tau bahwa ada batasan-batasan bagi seorang manusia untuk memperhatikan manusia lainnya? Ego. egoisme membuat manusia lupa akan batasan-batasan yang mereka miliki, mereka menganggap apa yang ada dipikirannya adalah sesuatu yang paling benar dan baik sekalipun itu untuk manusia lain. Padahal belum tentu manusia lain bisa menerima pandangannya, karena manusia merupakan makhluk yang unik dan berbeda satu sama lain.

Sudah seharusnya kata MENGHARGAI dijunjung tinggi oleh semua manusia sehingga terciptanya keharmonisan yang indah dan terjaga. Manusia boleh saja memberikan perhatian pada manusia lain, namun ingat akan batasan-batasan yang ada. Seorang manusia bisa melihat suatu kejadian buruk, namun untuk manusia lain, kejadian buruk tersebut bisa terlihat indah. itu adalah persepsi dari mana kita melihat nya. Hanya karena manusia yang satu salah, bukan berarti manusia yang lainnya itu benar. Karena bisa jadi semua manusia itu salah.

Ingatlah, manusia hidup dalam persepsi. Kebenaran menurut pandangan manusia adalah subjektif.

4 thoughts on “Biarkan Dia dengan Pemikirannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *