Perjalanan Malam Hari Bekasi-Bandung Via Jonggol

Untuk yang pertama kalinya

map jalan malam via jonggol

Ini adalah pengalaman pribadi ku yang cukup menegangkan dan membuat merinding. Bukan tentang hantu dan cerita mistis, tapi ini cerita tentang perjalanan menuju Bandung pada malam hari via jonggol.

Jujur saja pada saat itu adalah pengalaman pertama kalinya bagiku mengunjungi doi yang kuliah di UIN SGD Bandung, dari bekasi. Maka dari itu jalan nya pun masih menerka-nerka dan hanya bermodalkan google maps.

Tak disangka ternyata peristiwa tersebut membuat aku sadar dan berfikir untuk menyiapkan segala sesuatu nya jika ingin bepergian, dan yang terpenting adalah mengetahui track seperti apa yang akan dilalui.

Tak tahu jalan

Hari kamis pukul 17.00 WIB, setelah pulang kerja aku langsung bergegas untuk mengunjungi doi yang ada di bandung. Semua hal sudah dipersiapkan mulai dari peralatan menginap (menginap di teman), jas hujan dan sebagainya. hanya saja ada satu yang kurang, yaitu aku tidak tahu jalan untuk kesana. Walaupun ini bukan kali pertama aku mengunjungi doi namun ini pertama kali nya aku berangkat dari Bekasi menuju bandung, karena jalur sebelum-sebelumnya aku berangkat dari Cirebon. Dengan bermodalkan google maps, ditemukan lah jalan Bekasi-Bandung via jonggol. Jujur saja saat itu aku benar-benar tidak tahu situasi dan kondisi jalan tersebut. Namun karena tekad yang kuat ingin bertemu doi, maka aku beranikan diri untuk tetap pergi ke bandung. Awal perjalanan cukup lancar, seperti biasa di cibitung dan daerah serang baru cukup macet karena banyak karyawan yang pulang kerja. Kebetulan esoknya  adalah Maulid Nabi (libur kerja), maka dari itu merupakan libur panjang akhir pekan. 

Singkat cerita setelah melewati Cibitung-Cikarang-Serang-Cibarusah, sampailah pada daerah jonggol. Saat itu jam menunjukan pukul 18.00 WIB namun kondisi jalan disitu sudah sangat sepi, aku yang belum menaruh rasa curiga tetap melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya setelah berjalan sekitar 10 menit aku benar-benar sadar bahwa saat itu kondisinya sudah gelap-gulita dan hanya ada beberapa lampu rumah warga saja yang sesekali terlihat.

gubuk jalan malam via jonggol

Disamping kanan jalan aku melihat pepohonan yang lebat dan tinggi menghiasi, dan di sebelah kiri jalan terdapat jurang. Sesekali aku melihat ada semacam gubuk bekas tempat orang jualan di tepi jurang, namun sepertinya gubuk-gubuk tersebut sudah lama kosong karena tidak ada pencahayaan sama sekali. 

jurang jalan malam via jonggol

Bertemu Pejalan Lain

jalan gelap jalan malam via jonggol

Sekitar pukul 18.30 WIB, perjalanan semakin menegangkan. jalanan sangat sepi dan gelap, aku tidak lagi melihat lampu rumah warga sama sekali. Benar-benar mirip kondisi ditengah hutan. Perasaan was-was akan hal negatif pun mulai menghampiri. Takut dibegal, penampakan hingga ancaman hewan liar, yang paling aku takutkan adalah, bagaimana jika motorku rusak dan tidak dapat berjalan lagi? mau minta tolong siapa di jalanan sepi dan gelap tersebut?

Sekitar 10 menit berjalan akhirnya aku memutuskan untuk kembali, karena perasaanku mulai tidak enak. Namun belum sempat aku memutar stang motorku tiba-tiba dari kejauhan di belakang terlihat lampu motor menghampiri. Aku memperlambat laju motorku dan menunggu pengendara tersebut. Sepertinya ia adalah seorang pemusik karena di bagian depan terdapat keyboard/piano. Aku pun mengurungkan niatan untuk kembali dan akhirnya mengikuti pengendara tersebut.

Sekitar 15 menit kami menelusuri jalanan yang sepi dan gelap, tidak ada siapapun selain kami berdua. Hingga akhirnya tiba lah disebuah pertigaan, aku melihat papan penunjuk jalan bahwa arah ke bandung adalah lurus sedangkan pengendara tersebut belok kanan. “kacau!” gumamku. Aku bingung saat itu harus bagaimana.

kondisi jalan malam via jonggol

Jika lanjut, aku tidak tahu jalan seperti apa yang ada di depan sana, dan kalaupun harus kembali, aku harus melewati jalan sepi dan gelap seperti tadi sendirian. Saat itu aku melihat bayangan wajah doi tersenyum padaku dan membuat semangatku bangkit lagi dan melanjutkan perjalanan (becanda). 

Tekad yang Kuat

Akupun terus melakukan perjalanan dan menelusuri gelap dan sepinya “hutan bogor”, sambil mengendalikan sepeda motorku yang menerjang jalanan berliku dan naik turun aku tidak lupa selalu membaca doa dan ayat-ayat Al-Quran  agar selalu dalam lindungan Allah SWT.

Akhirnya aku tiba disebuah jembatan, dan setelah itu aku melihat ada perempatan. Di area perempatan tersebut terdapat beberapa warung yang lampunya masih menyala dan terlihat ada beberapa orang disana, untuk sesaat lega rasanya bisa bertemu manusia lagi. Setelah melewati perempatan tersebut aku bisa melihat adanya lampu-lampu rumah warga walaupun jarang, seringnya aku melihat hamparan persawahan yang luas, suasananya memang masih gelap namun tidak sesepi melintasi jalanan tadi.

jembatan jalan malam via jonggol
pertigaan cianjur perjalanan malam via jonggol

Hingga akhirnya aku menemukan pertigaan, aku tidak tahu apa nama pertigaan tersebut, tapi aku menyebutnya pertigaan cianjur. Dari pertigaan tersebut aku belok kiri ke arah Bandung, dan ternyata situasi dan kondisinya sangat kontras dengan jalan yang aku lalui tadi. Terlihat banyak kendaraan yang melintasi jalan tersebut, sehingga terjadi kemacetan yang cukup panjang. Untuk yang pertama kalinya, aku senang meliihat kemacetan. 

Dari pertigaan tersebut sampai Bandung volume kendaraan cukup ramai dan jalanan tidak sepi juga gelap, jadi bisa menikmati perjalanan malam yang dingin.

Bagi teman-teman yang ingin bepergian Bekasi-Bandung disarankan tidak lebih dari pukul 18.00 WIB agar pengalaman mencekam seperti ku tidak dialami oleh teman-teman. Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi dan manfaat bagi kita semua.

Note: saat melakukan perjalanan tidak sempat memotret maka dari itu gambar aku ambil dari google maps (2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *