Seniman Jalanan – Musik Tradisional

Minggu, 17 Februari 2019 aku dan Eca pergi ke Grage City Mall – Cirebon. Tujuan kami datang ke GCM adalah untuk menonton bioskop sebagai penepatan janji yang pernah aku berikan. Disana kami memilih film yang bagus untuk di tonton karena sebelumnya kami belum tahu ingin menonton film apa. Akhirnya pilihan kami jatuh pada film “Alita: Battle Angel”, filmnya cukup menarik dan seru. Hingga tak terasa waktu sudah berlalu sekitar 2 jam lebih dan film pun berakhir. Ketika kami keluar bioskop dan hendak makan di salah satu restoran disana, tak sengaja telinga ini mendengar musik yang cukup merdu dan menenangkan dari lantai bawah.

seniman jalanan

Ternyata suara tersebut berasal dari kelompok musik yang memainkan alat musik tradisional seperti angklung dan arumba. Alih-alih makan kami pun asik menonton dan menikmati alunan musik tersebut.

Lagu-lagu yang di mainkan pun cukup bervariasi mulai dari lagu pop, dangdut, dan sebagainya. Menarik sekali karena saat ini sudah cukup jarang kami menemukan pertunjukan seperti ini. Karena dijaman modern ini banyak sekali musik-musik alay yang dipertontonkan baik oleh televisi atau pun secara langsung.

Cukup lama juga kami menikmati alunan musik ini hingga tak terasa hari mulai sore. Kami pun memutuskan untuk pulang karena langit seakan-akan menunjukan bahwa hujan akan turun. 

Setelah kami turun dari lantai dua dan hendak menuju tempat parkir, aku menyempatkan diri untuk menghampiri mereka. Niat awalnya aku ingin mengobrol dengan mereka dan menanyakan dari mana mereka berasal sekaligus ingin meminta contact person mereka agar jika suatu hari nanti ada yang tertarik dengan video youtube  atau blog ku ini bisa langsung menghubungi mereka. Tapi aku tidak enak dan mengurungkan niat ku, karena saat itu mereka sedang memainkan pertunjukannya. Namun sebelum kaki ku melangkah pulang, aku sempat melihat nama kelompok musik mereka yang di tulis pada sebuah box kayu yang mereka buat untuk menampung uang seikhlasnya dari para penonton.

Saung PWY CIREBON 08971571234

Tertulis pada box kayu tersebut. Dari situ aku bisa menebak bahwa grup musik mereka bernama Saung PWY CIREBON, entah itu nama tempat mereka berlatih atau memang nama grup mereka aku pun kurang mengetahuinya. Beruntung bagiku karena di bawah tulisan tersebut mereka menuliskan nomor teleponnya. Jadi bagi para pembaca yang tertarik dengan penampilan mereka silahkan bisa hubungi nomor tersebut. Selain itu juga pada box kayu yang lain mereka mencantukan nama-nama instagram (kemungkinan nama personilnya) yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk mencari informasi. Aku juga sempat merekam penampilan mereka saat menyanyikan lagu milik Betharia Sonatha yang berjudul Hati Yang Terluka.

Seniman seperti ini yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah agar bisa melestarikan budaya-budaya bangsa, bukan malah acara televisi yang merupakan pembodohan.

Aku pun kagum pada mereka sebab pada zaman milenial seperti ini masih mau dan semangat untuk tetap mengenalkan budaya Indonesia pada public walaupun  bayarannya tidak seberapa.

Noted: Mohon maaf jika judul blog ini kurang berkenan, bukan maksud untuk merendahkan namun agar kita sadar bahwa hal seperti ini patut mendapatkan perhatian agar bisa berkembang dan bisa berkreasi lebih tinggi lagi.

contact person

3 thoughts on “Seniman Jalanan – Musik Tradisional”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *